Langsung ke konten utama

Wisata Bukit Mayang Tanah Bumbu

Assalamualaikum Wr.Wb.

       Salam sejahtera untuk kita semua. Pada kali ini saya menulis artikel mengenai Sejarah Wisata Bukit Mayang, Kab. Tanah Bumbu. yang terletak di Kota Batulicin, Sei Kecil. Kalimantan Selatan. Semoga bermanfaat bagi anda dan apabila ada sanggahan atau masukan silahkan tulis dikomentar. Terima kasih.


          Kabupaten Tanah Bumbu adalah salah satu dari 13 kabupaten di Kalimantan Selatan, Indonesia. Letak Geografis dan Kondisi Alam dari Kabupaten ini sangat Strategis jika dibangun konsep Ekowisata atau desa wisata, karena kondisi alam yang masih alami dengan sejuta lahan Hijau dan Kontur tanah yang kuat terdiri dari bebatuan membuat lokasi ini menjadi harta karun wisata yang wajib dibangun dengan konsep Ecotourism.
Dari sekian banyak Kecamatan dan Kondisi Geografis Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu ada objek wisata baru yang AKAN MENJADI  WISATA  IDAMAN seperti Wisata-wisata dipulau jawa (Hutan Pinus Mangunan, Hutan Pinus Dlingo Bantul, Hutan Pinus Pengger DLL). 


Spot Foto Pemandangan Alam

       Objek Wisata tersebut bernama "Bukit Mayang Tanah Bumbu", dibuat dan dikelola oleh Pengusaha Swasta Daerah yang bernama Bapak H. Johan. Beliau melihat banyak potensi wisata di Batulicin dan dapat menjadi sektor penghasilan terbesar selain Industri Pertambangan. Oleh karena itu belaiu membangun suatu daerah perbukitan sebagai objek wisata baru yang mengusung Tema Wisata Alam (Pemandangan) dan Wisata Buatan (Atraksi). Dalam proses nya daerah perbukitan ini akan dibangun seluas 5 Km Persegi dengan beraneka ragam spot atau Atraksi Wisata dari yang Biasa hingga Extrem. JARAK dari pusat kota kecamatan simpang empat sekitar 7-10 menit dengan Kendaraan bermotor atau mobil, aksebilitas sudah menggunakan jalan Aspal jadi tidak ada hambatan transportasi.

A. Sejarah Objek Wisata Bukit Mayang
           Masyarakat yang berada disekitar Objek Wisata Bukit Mayang terdiri dari beberapa suku Dayak, Banjar dan Jawa yang berkerja sebagai Petani Kelapa Sawit, Karyawan swasta dan juga Penambang kayu serta batubara. Mereka merawat dan menjaga kondisi alam sekitar sehingga terjaga dengan baik, setelah memanfaatkan alam sebagai penghasilan atau proses konsumsi mereka tidak lupa untuk mereboisasi atau mengembalikan keadaan alam agar tetap terjaga Ekosistem nya. oleh karena itu kondisi Geografis alam nya tetap terjaga dengan sehat.

           Sejarah terbentuk nya nama "Bukit Mayang" adalah dari suatu peristiwa pernikahan masyarakat daerah yang menjadikan sebidang Tanah atau lahan perbukitan sebagai Harta Jujuran kepada Calon mempelai Wanita yang bernama "Mayang". Setelah beberapa waktu telah berlalu seorang Pengusaha Swasta Daerah bernama H. Johan ingin Ikut serta membangun Industri Pariwisata di Tanah Bumbu agar menjadi salah satu sektor penghasilan besar selain Industri Pertambangan daerah. Melihat potensi alam yang telah terhampar pada Geografi Tanah Bumbu, Terutama di Kecamatan Simpang Empat beliau mensurvei daerah yang berpotensi tinggi untuk dijadikan Objek Wisata, dari situ lah beliau melirik Bukit - bukit pada daerah Jalan Lingkar Km 4 Jalan Kodeco - Sei Kecil. 
           Dari beberapa bukit yang berada disana terlihat Satu Bukit yang mempunyai letak sangat Strategis untuk dijadikan Objek Wisata dengan Pemandangan yang Indah dan Sempurna, oleh karena itulah beliau mencoba untuk mencari tahu siapakah pemilik Bukit itu dan mencoba untuk mengelola  nya agar dibangun suatu objek wisata yang pasti Populer. Selang beberapa waktu berlalu segala urusan Administrasi telah terselesaikan kemudian Bapak H. Johan mulai membangun Objek Wisata pada wilayah yang strategis itu dengan nama "Bukit Mayang". Desain yang dibangun pada Bukit Mayang mengusung Wisata Alam dan Wisata Atraksi Buatan, luas pembangunan yang akan dikerjakan diperkirakan seluas 5 km persegi disertai fasilitas keamanan dan segala sesuatu yang pastinya diperlukan.


Spot Foto Utama

B. Perencanaan Pembangunan Pariwisata
     Rencana pembangunan objek wisata ini akan terus dikembangkan hingga selesai sesuai pada Design yang telah dibuat dan direncanakan sebelum pembangunan. Pembangunan objek ini telah mencapai 35% pengerjaan dari luas wilayah total 5 km persegi. pembangunan tersebut tetap mempertahankan keadaan alam dan Ekosistem disekitar lingkungan agar masyarakat yang berkunjung, jadi pembangunan ini telah mengusung Konsep "Ecotourism" sehingga masyarakat dapat menikmati beberapa konsep tata kelola wisata yang baik, yaitu :
1. Wisata Alam
    Wisata alam adalah destinasi pariwisata yang telah tersedia dialam tanpa ada campur tangan manusia dalam pembentukan nya, sehingga potensi wisatanya alami yang terdiri dari Daya tarik alam berupa Pemandangan, Ekosistem, dan Budaya asli yang terdapat di wilayah tersebut. 

2. Wisata Atraksi (Buatan)
     Atraksi wisata adalah satu hasil karya manusia yang dipersembahan sebagai bagian untuk menarik minat para wisatawan dan memiliki tujuan demi memberikan kesan kesenangan karena masih berisi penghiburan.   Ketika ada obyek wisata alam (baik pantai, gunung, ngarai, dan lain-lain) yang memang merupakan karunia  Tuhan, maka atraksi wisata merupakan obyek yang lebih cenderung menggali pada kemampuan manusia, yaitu dengan memberdayakan diri pada kreasi dan inovasi budaya setempat.     Walau begitu, kenyataannya keberadaan “atraksi wisata” ini tidak bisa dilepaskan dari faktor alam dan juga faktor kebudayaan setempat, dimana keberadaannya dituntut mampu memberikan kesan mendalam bagi para wisatawan.
  -Jembatan Tali Satu (Sudah Ada Pemandu & Alat Kemanan)

 - Jembatan Gntung (Tinggi 10 Meter, Panjang 50 Meter)


 - Sepeda Terbang (Sudah Ada Pemandu & Alat Keamanan)
    Tarif Anak-anak Rp. 35.000
    Tarif Dewasa Rp. 75.000


C. Foto Dokumentasi Objek Wisata di Bukit Mayang
     Berikut adalah beberapa foto yang saya Potret ketika saya berkunjung ke Bukit Mayang ini, semoga anda tertarik dengan objek atau Spot" foto yang disediakan oleh Pengelola nya.

 - Foto dari sisi Bawah


- Spot Foto Utama (Perahu Dari Bambu)











Terima kasih telah berkunjung ke Blog saya, jangan lupa lampirkan komentar jika ada sanggahan, hubungi saya jika anda ingin berkunjung ketempat wisata dibanjarmasin di Number Phone : 0821 9593 8225 (Whatsapp/Tlp)
    dan jangan lupa follow Instagram kami : @Loyal_travel22.
follow kami diemail agar tidak ketinggalan update artikel ataupun foto dari kami. Thank You. 
Berkerjasama dengan Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Kampus Akademi Pariwisata Nasional (AKPARNAS) Banjarmasin dan Masyarakat Pelaku Pariwisata. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Borneo is Dayak

Assalamualaikum Wr.Wb. Salam sejahtera untuk kita semua. Pada kali ini saya menulis artikel mengenai Suku Dayak Maa yan yang terletak di Pulau Kalimantan. Semoga bermanfaat bagi anda dan apabila ada sanggahan atau masukan silahkan tulis dikomentar. Terima kasih.   "Guys... makin Kebawah makin Seru Loohh.... !!!" Suku Dayak Maanyan ( u l u n Maanjan/meanjan) atau Suku Dayak Barito Timur merupakan salah satu dari bagian sub suku Dayak dan juga merupakan salah satu dari suku-suku Dusun (Kelompok Barito bagian Timur) sehingga disebut juga Dusun Maanyan . Suku-suku Dusun termasuk golongan rumpun Ot Dantum (Menurut J.Mallinckrodt 1927) walaupun dikemudian hari teori tersebut dipatahkan oleh A.B Hudson 1967 yang berpendapat bahwa orang Maanyan adalah cabang dari "Barito Family". Mereka disebut rumpun Suku Dayak sehingga disebut juga Dayak Maanyan . Suku Dayak Maanyan mendiami bagian timur provinsi Kalimantan Tengah , terutama di Kabupaten Bar ito...

South Borneo Bromo Island Tourism

South Borneo Bromo Island Tourism Assalamualaikum Wr.Wb. Salam sejahtera untuk kita semua. Pada kali ini saya menulis artikel mengenai PULAU BROMO yang terletak di Kota Banjarmasin Selatan atau disekitar bantaran Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Semoga bermanfaat bagi anda dan apabila ada sanggahan atau masukan silahkan tulis dikomentar. Terima kasih. Pulau Bromo Kalimantan Selatan, adalah sebuah pulau yang terletak diantara bantaran sungai barito dan sungai martapura Banjarmasin yang terbentang luas sepanjang perairan. Masyarakat sekitar tidak mengetahui mengapa pulau tersebut dinamakan Pulau Bromo, seperti nama sebuah gunung dipulau jawa (Gunung Bromo) nama tersebut telah melekat sejak dahulu. Kondisi geografi Pariwisata Pulau Bromo meliputi: 1.   Terletak diantra bantaran sungai barito dan pesisir sungai martapura Banjarmasin. 2.    Jarak dari kota Madya Banjarmasin adalah 3 Km, dapat ditempuh menggunakan Kelotok dengan waktu tepuh +- 1 jam...